Pages

Si Bayi Asia Yang Meraksasa

Masa pendudukan Jepang terhadap bangsa Indonesia merupakan periode yang penting dalam sejarah bangsa Indonesia. Pendudukan Jepang terhadap bangsa Indonesia selama kurang lebih 3,5 tahun adalah peristiwa yang tidak mudah dilupakan oleh bumi pertiwi. Sebagian wilayah Indonesia sebagai medan perang antara militer Jepang dan Sekutu. Sehingga, secara langsung dan tak langsung Indonesia merasakan dampak dari terjadinya perang dunia II. Dan tentu saja dampak ini tidak hanya dirasakan oleh bangsa Indonesia namun juga dirasakan oleh Negara lainnya. Terjadinya kerusakan serius pada daerah yang dijadikan medan perang, banyaknya kerugian jiwa dan harta benda, serta banyaknya warga yang trauma akibat perang yang bergejolak selama kurang lebih 5 tahun. Tanggal 14 Agustus 1945 menandakan berakhirnya perang terdahsyat sepanjang sejarah yang terjadi dunia ini. Setelah menyerahnya Negara matahari terbit terhadap sekutu akibat dari pengeboman yang maha dahsyat yang dilakukan oleh Negara sekutu pada tanggal 6 dan 9 agustus 1945 yang telah meluluh lantakkan Negara matahari terbit tersebut.
Namun Jepang bukanlah Negara yang lemah dan mudah putus asa. Setelah terjadinya perang terbesar sepanjang sejarah dunia yang memborbardir Negara bunga sakura. Yang membuat Negara bunga sakura tersebut jatuh drastis ketitik nol, khususnya dalam bidang industry. Namun, mereka merangkak, tertatih-tatih kemudian berdiri menjadi Negara yang hebat .Negara Matahari terbit tersebut kemudian bangkit menjadi Negara yang sangat maju.dan berkembang. Kebangkitan Jepang dari cerita luka Perang Dunia II mungkin tidak jauh berbeda dengan kisah sukses Jerman menaklukkan Eropa setelah hancur dulu di PD II. Jepang yang menjadi bangsa yang kalah perang, ternyata dapat bangkit kembali dari hal yang dasar untuk menjadi sebuah kekuatan baru. Kalau Jerman kembali unggul di dataran Eropa, maka Jepang menjadi pemimpinnya di Asia bahkan dapat bersaing dengan Negara-negara penguasa di dunia.
Saat ini, Si Bayi Asia telah memiliki semuanya. Negara yang diluluh lantakkan oleh bom atom yang begitu dahsyat yang menghancurkan kota-kota di Jepang.Kini telah berkembang menjadi Negara yang begitu maju. Pandangan Negara Indonesia dan Negara-negara lain di dunia terhadap jepang seperti “si bayi yang meraksasa”. Dia memiliki teknologi yang mutakhirnya di dunia . Dia membangun kekuatan ekonomi raksasa mengimbangi Barat, serta mampu menjadi neegara yang maju dalam waktu yang singkat. Selanjutnya, seperti yang kita lihat, industry jepang telah berlari jauh kemuka mendahului Negara yang pernah mengalahkannya. Blok sekutu kini boleh gigit jari, geregetan ataupun senyum kecut melihat “si bayi” kini meraksasa. Mereka terpontang-panting menyelamatkan industrinya dari serbuan industri Jepang yang merajalela. Negara matahari terbit tersebut kini telah berada jauh di puncak keberhasilannya. Sehingga salah satu dampak positif bagi Negara-negara Asia adalah terangkatnya derajat Asia di mata Negara Barat. Sehingga, saat ini Jepang benar-benar si bayi asia yang meraksasa. Jepang telah diakui oleh Negara-negara lain sebagai Negara yang termaju serta salah satu pengendali utama dalam bidang Industri. Tidak hanya itu, hanya dalam dua dekade setelah peristiwa pengeboman kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang berhasil menempatkan dirinya di kalangan Negara yang berpengaruh dalam perekonomian dunia.
Dahulu, Jepang tidak dikenal dan tidak dipandang sebagai Negara yang maju. Tetapi, sekarang Jepang kini bangkit dari titik nol menjadi contoh dan teladan Negara-negara yang berpengaruh didunia. Awalnya, mutu produk Jepang dianggap paling rendah. Namun, sekarang, produk jepang dianggap sebagai produk terbaik dan berkualitas. Ukuran kemajuan Jepang dalam bidang ekonomi dapat diukur dari pendapatan per kapita dan taraf hidup rakyatnya yang menempati posisi kedua tertinggi didunia. Pada pertengahan era 1990-an, Produk Nasional Bruto Jepang mencapai US$ 3,75 miliar atau 337,5 triliun rupiah. Angka tersebut menempatkan Jepang dibelakang Swiss yang memiliki Produk Nasional Bruto tertinggi didunia. Selain memiliki simpanan khusus yang tinggi, Negara Bunga Sakura juga tidak memilki utang Luar Negeri. Sebenarnya, jika dibandingkan dengan AS, kedudukan ekonomi Jepang lebih kuat dan kokoh. Meskipun, AS dikenal sebagai Negara penguasa ekonomi nomor satu di dunia, tetapi, sebenarnya AS menanggung utang Luar Negri yang sangat besar. Pengeluaran AS tidak hanya mengalami defisit yang besar, tetapi juga mengalami infalsi yang tinggi. Berbeda dengan keadaan Jepang. Negara Matahari terbit tersebut bukan hanya memiliki inflasi yang rendah, tetapi juga memilki angka pengangguran yang rendah. Kemampuan Jepang untuk bangkit dari kerusakan perang dan kehancuran perekonomian dianggap merupakan suatu keajaiban.
Meskipun sumber alamnya sedikit, terancam gempa bumi, dan dilanda angin topan, mereka menggunakan segala potensi yang ada untuk membangun negara mereka agar sebanding dengan Negara yang kaya sumber daya alamnya. Mereka pintar memanfaatkan dan memberdayakan segala sumber daya alam yang ada. Namun, mereka tidak boros dalam menggunakan segala sumber daya alam yang tersedia. Mereka menggunakannya dengan sebaik mungkin. Negara matahari terbit tersebut juga tidak suka membuang-buang waktu dan selalu tepat waktu. Sikap itulah yang membantu Jepang bangkit dan mampu bersaing dipasar ekonomi bebas dan perniagaan. Bangsa Jepang memaksimalkan apa yang mereka miliki karena permukaan wilayah yang bergunung-gunung dan tidak bisa lebih banyak lagi mengeskploitasi hasil alam mereka. Di Jepang, persaingan dalam penggunaan tanah untuk tempat tinggal dan pertanian sangat ketat. Akan tetapi, hal itu tidak menjadi halangan bagi mereka untuk menjelajahi sumber-sumber baru di Negara lain. Jepang juga memilki sumber daya manusia yang cukup dan berkualitas untuk membangun sektor industry dan mebangun perusahaan-perusahaan industri. Faktor tersebut juga menjadikan Jepang sebagai perusahaan raksasa bertaraf multinasional, dan menjadi penuntun serta pemacu pada keberhasilan ekonominya. Perkembangan pesat juga ditunjukkan dalam bidang Teknologi dan Pendidikan. Dalam bidang teknologi Jepang sangat cepat bersaing dengan Negara-negara besar.Kini Jepang menggunakan keahliannya dalam bidang teknologi untuk membangun negaranya dari keterpurukan. Keahlian teknologi juga membantu dalam pengembangan aspek ekonomi dan industri di Jepang. Namun, kemajuan Jepang dalam berbagai bidang juga dipengaruhi oleh faktor pendidikan yang diberlakukan oleh Negara matahari terbit tersebut.
Dalam sistem pendidikan Jepang modern, yang sebetulnya sudah dimulai semenjak akhir Perang Dunia II membawa berbagai dampak dalam kehidupan masyarakatnya. “Seiring dengan pesatnya perkembangan ekonomi negara ini, memungkinkan hampir seratus persen warganya bisa mengenyam pendidikan dasar dan tercatat 90 persen dari orang muda Jepang berkesempatan melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang pendidikan menengah atas “(Christianus I Wayan Eka:2009). Namun, nilai hasil belajar tinggi yang mereka peroleh di kelas akan menjadi mubazir apabila mereka tidak bisa menterjemahkannya dalam lingkungan sosial mereka sehari-hari. Oleh sebab itu, atas kerjasama dengan pemerintah, sekolah dan dengan berbagai perusahan serta lembaga setempat, anak-anak sekolah dalam waktu-waktu tertentu dilibatkan dalam proses produksi suatu usaha atau layanan jasa. Sehingga, proses belajar tidak hanya terbatas dalam lingkup sekolah saja. Memang sekolah diakui sebagai tempat pertama pengembangan aspek kognitif siswa, namun lingkungan di luar sekolah pun sama pentingnya, terutama sebagai ajang pembelajaran dan pengembangan aspek psikomotorik serta afektif mereka. Kesinambungan antar semua proses belajar ini akan membawa para siswa untuk memiliki “kemampuan baru” dan hal ini oleh kementrian pendidikan dijadikan batu pijakan reformasinya menuju suatu visi pendidikan ke depan.
Inilah yang menyebabkan sedikitnya angka pengangguran yang ada di negeri matahari terbit. Saat ini telah banyak orang-orang yang berasal dari berbagai negeri termasuk Indonesia belajar di negeri bunga sakura. Karena, besarnya peluang untuk dapat mendapatkan lapangan kerja serta besarnya peluang untuk dapat bersaing dengan dunia luar. Berbagai perguruan tinggi di Jepang kini masuk dalam jajaran universitas terbaik di dunia. Akibat dari semakin majunya pendidikan dan teknologi di negeri musashi itu berasal. Tetapi, kita patut salut kepada Jepang karena walaupun teknologinya sangat maju,namun kebudayaannya masih sangat terpelihara dan sampai sekarang masih terus dilestarikan. Dan inilah nilai plus yang dimilki oleh Negara Jepang. Jepang kini menjadi raksasa yang sangat ditakuti disegala aspek di dunia akibat dari kemajuan dan perkembangannya yang begitu pesat.
Tetapi, semua keberhasilan yang diraih Negeri bunga Sakura tersebut juga tidak diraih dalam waktu yang singkat. Sebenarnya, kemajuan dan perkembangan Jepang yang begitu pesat di segala aspek semuanya diperoleh dari hasil kerja dan usaha keras rakyat Jepang untuk kembali memulihkan harga diri bangsa dan Negara yang telah tercemar. Segala kesenangan, kemewahan, dan kekayaan Negara itu dipeoleh denga usaha yang tidak kenal lelah, dispilin ketat, dan semangat kerja keras yang diwarisi secara turun-temurun. Bangsa Jepang memiliki semangat pantang menyerah. Mereka tidak takut dengan cobaan dan kesusahan. Mereka sanggup berhadapan dengan segala cobaan demi mencapai tujuannya. Mereka juga teguh menjaga harga diri dan kehormatan bangsanya. Jika melakukan suatu pekerjaan maka mereka melakukannya dengan sungguh-sungguh agar mendapatkan hasil yang terbaik. Bangsa Jepang adalah bangsa yang sangat sulit menerima kekalahan. Bagi mereka, kekalahan bukan berarti mati. Kekalahan dapat ditebus kembali dengan kemenagan dan kebehasilan dalam bidang lain. Jika kalah, mereka mau kalah dengan penuh harga diri. Mereka tidak mau dihina dan terhina oleh bangsa lain. Bangsa Jepang lebih memilih bunuh diri daripada menaggung malu akibat kekalahan dan kegagalan. Zaman dahulu pahlawan Jepang yang dikenal dengan sebutan samurai akan melakukan harakiri atau bunuh diri dengan memasukkan pedang ke bagian perut jika kalah dalam pertarungan. Semangat samurai masih kuat tertanam dalam sanubari bangsa Jepang. Namun, saat ini harakiri tidak lagi dilakukan. Semangat dan disiplin samurai tersebut sekarang digunakan bangsa Jepang untuk membangun kembali ekonomi yang runtuh pada pertengahan 1940-an. Untuk menjadi bangsa yang hebat dan dihormati, bangsa Jepang tidak pernah menyerah dengan segala kekurangan dan kelemahan pada diri mereka. Inilah prinsip yang sederhana namun mempunyai makna yang mendalam. Sehingga, saat ini bayi asia kini telah meraksasa menjadi Negara yang paling maju di dunia dalam berbagai aspek.

Tidak ada komentar: